Menebang Pohon dengan Gigi dan Cakar
Kisah tentang berang-berang dimulai dengan seekor pejantan dan betina yang
pergi untuk membuat sarang baru untuk mereka sendiri. Pasangan berang-berang
ini akan membangun rumahnya di atas sungai. Tapi, untuk mengerjakannya, pertama
kali mereka harus membendung laju arus sungai. Untuk menahan laju aliran ini
mereka menggunakan cara yang sama seperti yang telah dilakukan manusia selama
ratusan tahun. Dengan kata lain, mereka membuat bendungan.Fi`il Mudhari` Marfu`
Fi`il Mudhari` Manshub
Berang-Berang, Insinyur Pembuat Bendungan
DZIKIR KUNCI KEBAIKAN
Tidak diragukan
lagi setiap orang ingin mendapat kebaikan dan dijauhkan dari kemudharatan.
Namun tidak semua orang sadar dan mau bersungguh-sungguh dalam mencapai
keinginan tersebut. Padahal Allah Ta’ala telah menjelaskan kunci-kunci
kebaikan tersebut dalam wahyunya dengan gamlang dan tegas. Kunci kebaikan itu
adalah dzikir kepada Allah (dzikrullah).
Urgensi dan
Kedudukan Dzikir.
Satu kepastian bahwa dzikir dan do’a adalah sebaik-baik amalan yang mendekatkan diri seorang muslim kepada Rabbnya, bahkan ia merupakan kunci semua kebaikan yang diinginkan seorang hamba di dunia dan akhirat. Kapan saja yang Alah Ta’ala berikan kunci ini pada seorang hamba maka Allah Ta’ala inginkan ia membukanya dan jika Allah menyesatkannya maka pintu kebaikan tersisa jauh darinya, sehingga hatinya gundah gulana, bingung, pikiran kalut, depresi dan lemah semangat dan keinginannya. Apabila ia menjaga dzikir dan do’a serta terus berlindung kepada Allah maka hatinya akan tenang, sebagaiman firman Allah :
Satu kepastian bahwa dzikir dan do’a adalah sebaik-baik amalan yang mendekatkan diri seorang muslim kepada Rabbnya, bahkan ia merupakan kunci semua kebaikan yang diinginkan seorang hamba di dunia dan akhirat. Kapan saja yang Alah Ta’ala berikan kunci ini pada seorang hamba maka Allah Ta’ala inginkan ia membukanya dan jika Allah menyesatkannya maka pintu kebaikan tersisa jauh darinya, sehingga hatinya gundah gulana, bingung, pikiran kalut, depresi dan lemah semangat dan keinginannya. Apabila ia menjaga dzikir dan do’a serta terus berlindung kepada Allah maka hatinya akan tenang, sebagaiman firman Allah :
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ
أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah.Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(QS. Arra’du :28)
Dan mendapat
keutamaan dan faedah yang sangat banyak didunia dan akherat. [Fiqh Al
Ad’iyah wa Al Adzkaar, karya DR. Abdurrozaq bin Abdulmuhsin Alibadr]
Tawassul yang Dibolehkan dan yang Terlarang
Segala
puji bagi Allah Rabb semesta alam, Yang membolak balikkan hati manusia, Raja
yang menguasai segalanya. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang
bisa menyesatkannya dan siapa yang disesatkan maka tidak ada yang bisa memberi
petunjuk kepadanya.
Tawassul
dalam tinjauan bahasa dan Al Qur’an
At
tawassul secara bahasa artinya mendekatkan
diri dengan sesuatu amal (Al Misbahul Munir, 2/660). Bisa juga dimaknai
dengan berharap (ar raghbah) dan butuh (Lihat Al Mufradat fi ghoribil
Qur’an, 523). Terkadang juga dimaknai dengan “tempat yang tinggi”.
Sebagaimana terdapat dalam lafadz do’a setelah adzan: “Aati Muhammadanil
wasilata…”. Disebutkan dalam Shahih Muslim bahwa makna “Al Wasilah”
pada do’a di atas adalah satu kedudukan di surga yang hanya akan diberikan
kepada satu orang saja.
Ringkasnya,
tawassul secara bahasa memiliki empat makna: mendekatkan diri, berharap,
butuh, dan kedudukan yang tinggi.
Doa Agar Tetap Taat Kepada Allah swt

Tidak
ada kebahagiaan, ketenangan, dan ketetntraman jasmani dan rohani selain hidup berada
di bawah rambu-rambu Allah swt dan senantiasa dalam ketaatan, sebagaimana
firman-Nya
أَلا
إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (62)
الَّذِينَ
آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63)
"Ingatlah,
sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekuatiran terhadap mereka, dan
tidak (pula) mereka bersedih hati." – (QS.Yunus {10}:62)
"(Yaitu)
orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa." – (QS.Yunus {10}:63)
Mengambil Dunia Untuk Keselamatan Akhirat
Hadits
keempat puluh
عَنْ
ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه
وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ
عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا
أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ
الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ. [رواه البخاري]
Kosa kata:
|
غريب
: Orang asing
|
عابر
سبيل :
Pengembara
|
|
أمسيـ(ـت) : (engkau berada) di sore hari
|
أصبحـ(ـت) : (Engkau berada) di pagi hari.
|
|
منكبـ(ي) : (kedua) pundakku
|
|
Hadits-Hadits Tentang Bid`ah
Banyak kaum muslimin yang masih
meremehkan masalah bid’ah. Hal itu bisa jadi karena minimnya pengetahuan mereka
tentang dalil-dalil syar’i. Padahal andaikan mereka mengetahui betapa banyak
hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam
yang membicarakan dan mencela bid’ah, mereka akan menyadari betapa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sangat
sering membahasnya dan sangat mewanti-wanti umat beliau agar tidak terjerumus
pada bid’ah. Jadi, lisan yang mencela bid’ah dan mewanti-wanti umat dari bid’ah
adalah lisan Nabi Shallallahu’alaihi
Wasallam sendiri.ILMU THABAQAH (Thabaqaturruwah)
Ilmu
thabaqah merupakan bagian dari ilmu rijalul hadits karena objek yang dijadikan
pembahasannya adalah rawi-rawi yang menjadi sanad suatu hadits. Hanya saja
masalahnya berbeda. Kalau dalam ilmu rijalul hadits para rawi dibicarakan
secara umum tentang hal ihwal, biografi, cara-cara menerima dan memberikan
al-hadits dan lain sebagainya, maka dalam ilmu thabaqah, menggolongkan para
rawi tersebut dalam satu atau beberapa golongan sesuai dengan alat pengikatnya.
Misalnya rawi-rawi yang sebaya umurnya digolongkan dalam satu thabaqah, dan
para rawi yang seperguruan mengikatkan dalam satu thabaqah pula.
MAHROM
Mahrom merupakan salah satu masalah yang penting dalam Islam
karena ia memiliki beberapa fungsi yang penting dalam tingkah laku, hukum-hukum
halal/haram. Selain itu juga, Mahrom merupakan kebijaksanaan Allah swt dan
kesempurnaan agama-Nya yang mengatur segala kehidupan. Untuk itu, seharusnya
kita mengetahui siapa-siapa saja yang termasuk mahrom dan hal-hal yang terkait
dengan mahrom.
Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yang
berkaitan erat dengan masalah mahrom, Seperti hukum safar, kholwat
(berdua-duaan), pernikahan, perwalian dan lain-lain.
ISLAM ITU MUDAH
Diantara
modal utama berdirinya benteng yang kokoh pada setiap jiwa muslim adalah
membangun kesan bahwa Islam itu sebenarnya mudah dan ringan.
Sepertinya
masih menjadi fenomena yang melekat pada diri ummat Islam kalau keberadaannya
dalam Islam telah memaksanya untuk melaksanakan perintah-perintah keislaman
yang dirasanya memberatkan dan menyulitkan. Kenyataan ini terjadi karena dua
faktor utama,
pertama mentalitas
keislaman ( internal ),
kedua, rongrongan
dari musuh terutama syetan ( eksternal ).
TAWADLU
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (63)
"Dan
hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di
atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka,
mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.(QS Al-Furqan {25}:
63)
“Tiada
seorangpun yang berlaku tawadhu’ karena Allah melainkan Allah akan meninggikan
kedudukannya. Dan tiada seorangpun yang ambisi terhadap ketinggian di
dunia, melainkan Allah pasti akan menghinakan dan merendahkannya.”
(Al Hadits)



















