Fi`il Mudhari` Marfu`
Fi`il Mudhari` Manshub
Zikir Setelah Shalat & Hukum Menjahrkannya
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat, beliau akan meminta ampunan tiga kali dan memanjatkan doa ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM WAMINKAS SALAAM TABAARAKTA DZAL JALAALI WAL IKROOM (Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha Besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan.”
Keutamaan Tauhid
Hadirin
sidang jum`at rahimakumullah !
Puji
dan syukur mari kita senantiasa panjatkan ke hadirat Allah swt. Shalawat dan
salam kepada Baginda Rasulullah saw, kepada para keluarganya, sahabatnya,
tabi`in, tabi`uttabi`in dan untuk seluruh pengikutnya yang tunduk patuh
melaksanakan sunah-sunahnya.
Pada
kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku khatib menyampaikan wasiat taqwa
khususnya untuk diri saya pribadi dan umumnya untuk hadirin sekalian
rahimakumullah, mari kita sama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita
kepada Allah swt karena hanya dengan ketakwaan kita dapat meraih ridho-Nya
dunia dan akhirat.
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ
التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ
Berbekallah, dan sesungguhnya,
sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang
berakal." – (QS.Al-Baqarah {2}:197)
Kedudukan Kitab Durratun Nashihin
Pertanyaan:
Bagaimana kedudukan kitab Durratun Nashihin? Apakah dapat dijadikan rujukan untuk diamalkan? Jazakumullah khair
sigit@yahoo.com
Jawab:
Di masyarakat kita, kitab ini cukup populer, menjadi pegangan dalam pengutipan hadits dalam ceramah-ceramah. Lengkapnya, berjudul Durratun Nashihin Fil Wa’zhi wal Irsyad karya Syaikh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khubari seorang Ulama yang hidup di abad ke sembilan hijriyah.
Tidak terpedaya oleh fadhilah rajab
Selama bulan Rajab ini, banyak ustadz maupun kyai baik yang berasal dari kota maupun dari pelosok desa semua menyeru agar banyak melakukan puasa sunnah karena fadhlilahnya yang luar biasa. Bahkan tak segan-segan mereka mengutip apa yang mereka yakini sebagai hadits.Pertama kali mereka mengatakan bahwa Rajab adalah bulan Alloh, sya’ban adalah bulan Nabi dan Romadhon adalah bulan umatnya. Sepintas ungkapan tersebut sungguh indah dan mempesona sehingga banyak orang yang menisbahkannya kepada Nabi. Namun setelah di teliti melalui laboratorium hadits, maka ungkapan tersebut terbukti bukan sabda Nabi alias haditsnya palsu. Hal ini disebabkan di dalam sanadnya terdapat nama Ali Bin Abdullah bib Jahdam As Sudai yang di tuduh pendusta oleh Ibnu Qayyim, Ibnul Jauzi, Ibnu Hajjar dan As Suyuti ( lihat Al Manarul Munif hal 95-96, tabyinul ajab hal 19-21, la alil masnu’ah juz 2 hal 55-56 ). Dengan penelitian tersebut maka kehujjahan hadits tersebut langsung gugur secara ilmiah.
Kamuflase dan Perilaku Cerdas Binatang
Kamuflase
dan Perilaku Cerdas Binatang
HARUN YAHYA
Kekeliruan dalam berdoa
Kekeliruan dalam berdoa
Doa merupakan senjatanya orang
yang beriman. Doa juga merupakan curahan dan ungkapan hati seorang hamba yang
ditunjukkan kepada sang Rabbi Tuhan semesta alam. Oleh karena doa merupakan
sebuah munajat dan permohonan, maka seharusnya disampaikan dengan cara yang
baik dan disyari`atkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Analoginya adalah ketika
seorang bawahan hendak memohon sesuatu kepada pimpinannya, maka sudah barang
tentu orang itu datang dengan sopan, berkata dengan santun, dan menjaga setiap
gerak-gerik tindakannya agar tidak mengganggu dan menyakiti pimpinannya itu. Begitupun
seorang hamba, ketika memanjatkan doa kepada Allah swt, maka dia harus berdoa
dengan cara yang baik dan dicontohkan oleh Rasulullah saw sehingga akan membuka
tabir penutup antara dia dan Rabbnya dan doapun dikabulkannya. Namun saat
sekarang ini tidak sedikit orang yang masih “salah kaprah” dalam berdoa, entah
enggan untuk mencari ilmunya atau memang tidak mau menerima hal yang baik dan
benar secara syar`i. Berikut ini akan disampaikan kekeliruan-kekeliruan dalam
berdoa, dengan harapan kita semua bisa menjaga adab dan etika berdoa serta
berdoa sesuai dengan tuntunan Allah swt dan Rasul-Nya.
Percakapan "Objek Wisata Alam"
الْحِوَارُ
عُمَر: مَنْ أَقَامَ هٰذِهِ الْحَدِيْقَةَ
الْعَالَمِيَّةَ؟
يَحْيَى: أَقَامَهَا الْهُوْلَنْدِيُّوْنَ فِى
آخِرِ الْقَرْنِ الْتَّاسِعِ عَشَرَ الْمِيْلاَدِيّ.
عُمَر: اُنْطُرْ إِلَى هٰذِهِ الْأَشْجَارِ
الضَّخْمَةِ !
يَحْيَى: اِرْفَعْ رَأْسَكَ لِتَرَى شَيْئًا
عَجِيْبًا !
عُمَر: اُنْطُرْ إِلىَ قُبَبٍ ضَخْمَةٍ مِنَ
الْغُصُوْنِ وَ الأَوْرَاقِ !




















