Menyelami dalamnya lautan ilmu Islam hingga nampak cahaya dan terasa indah dalam sukma

Fi`il Mudhari` Marfu`

Fi`il Mudhari` Manshub

Akhir Pengembaraan




Pada zaman dahulu ada seorang pemuda pengembara bernama Ahmad. Ahmad adalah seorang pengembara yang soleh dan taat kepada Allah. Hutan, gunung serta padang pasir telah dilalui dalam pengembaraannya.
Suatu ketika disaat Ahmad sedang menyusuri sebuah sungai. Dia merasa dahaga yang tiada terhingga, karena hari memang sangat panas sekali. Ahmad pun kemudian berhenti dipinggir sungai untuk minum dan mencuci mukanya. “Alhamdulillah….. terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan keselamatan kepadaku dengan air sungai ini”. Tiba-tiba Ahmad melihat sesuatu mengapung-apung disungai menuju kearahnya. Tanpa berfikir panjang Ahmad pun kemudian mencebur dan mengambilnya yang ternyata adalah sebuah apel. “Ini mungkin rizki untukku”. Ahmad kemudian memakan apel itu. Tetapi disaat apel itu termakan hampir habis, Ahmad teringat sesuatu. “Astaghfirullah, Kalau ada buah apel terjatuh, berarti disekitar sini ada sebuah kebun. Dan bila ada sebuah kebun, mungkin kebun itu ada yang memiliki. Ya Allah Ampunilah hambamu yang telah memakan buah ini tanpa meminta izin kepada pemiliknya. Sebaiknya aku mencari dimana pemilik kebun dari buah ini.
Share:

Zikir Setelah Shalat & Hukum Menjahrkannya



Zikir Setelah Shalat & Hukum Menjahrkannya

Dari Tsauban radhiallahu anhu dia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
قَالَ الْوَلِيدُ فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِيِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ قَالَ تَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat, beliau akan meminta ampunan tiga kali dan memanjatkan doa ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM WAMINKAS SALAAM TABAARAKTA DZAL JALAALI WAL IKROOM (Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha Besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan.”

Share:

Keutamaan Tauhid


- Salam
- Muqaddimah
Hadirin sidang jum`at rahimakumullah !
Puji dan syukur mari kita senantiasa panjatkan ke hadirat Allah swt. Shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah saw, kepada para keluarganya, sahabatnya, tabi`in, tabi`uttabi`in dan untuk seluruh pengikutnya yang tunduk patuh melaksanakan sunah-sunahnya.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku khatib menyampaikan wasiat taqwa khususnya untuk diri saya pribadi dan umumnya untuk hadirin sekalian rahimakumullah, mari kita sama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt karena hanya dengan ketakwaan kita dapat meraih ridho-Nya dunia dan akhirat.
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ
Berbekallah, dan sesungguhnya, sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." – (QS.Al-Baqarah {2}:197)
Share:

Kedudukan Kitab Durratun Nashihin



Kedudukan Kitab Durratun Nashihin

Pertanyaan:
Bagaimana kedudukan kitab Durratun Nashihin? Apakah dapat dijadikan rujukan untuk diamalkan? Jazakumullah khair

 sigit@yahoo.com


Jawab:
Di masyarakat kita, kitab ini cukup populer, menjadi pegangan dalam pengutipan hadits dalam ceramah-ceramah. Lengkapnya, berjudul Durratun Nashihin Fil Wa’zhi wal Irsyad karya Syaikh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khubari seorang Ulama yang hidup di abad ke sembilan hijriyah.

Share:

Tidak terpedaya oleh fadhilah rajab

Selama bulan Rajab ini, banyak ustadz maupun kyai baik yang berasal dari kota maupun dari pelosok desa semua menyeru agar banyak melakukan puasa sunnah karena fadhlilahnya yang luar biasa. Bahkan tak segan-segan mereka mengutip apa yang mereka yakini sebagai hadits.
Pertama kali mereka mengatakan bahwa Rajab adalah bulan Alloh, sya’ban adalah bulan Nabi dan Romadhon adalah bulan umatnya. Sepintas ungkapan tersebut sungguh indah dan mempesona sehingga banyak orang yang menisbahkannya kepada Nabi. Namun setelah di teliti melalui laboratorium hadits, maka ungkapan tersebut terbukti bukan sabda Nabi alias haditsnya palsu. Hal ini disebabkan di dalam sanadnya terdapat nama Ali Bin Abdullah bib Jahdam As Sudai yang di tuduh pendusta oleh Ibnu Qayyim, Ibnul Jauzi, Ibnu Hajjar dan As Suyuti ( lihat Al Manarul Munif hal 95-96, tabyinul ajab hal 19-21, la alil masnu’ah juz 2 hal 55-56 ). Dengan penelitian tersebut maka kehujjahan hadits tersebut langsung gugur secara ilmiah.

Share:

Kamuflase dan Perilaku Cerdas Binatang



Kamuflase dan Perilaku Cerdas Binatang

HARUN YAHYA

Allah telah menciptakan semua makhluk hidup dengan ciri dan keahlian yang berbeda sesuai dengan lingkungan tempat hidup mereka. Setiap makhluk hidup menggunakan keahlian ini untuk melindungi diri atau berburu. Beberapa dari mereka menyembunyikan diri dengan teknik kamuflase atau penyamaran yang ahli. Ada yang melakukan mimikri, yakni meniru benda lain, dan ada pula yang melakukan taktik cerdas lainnya.

Share:

Kekeliruan dalam berdoa



Kekeliruan dalam berdoa
Doa merupakan senjatanya orang yang beriman. Doa juga merupakan curahan dan ungkapan hati seorang hamba yang ditunjukkan kepada sang Rabbi Tuhan semesta alam. Oleh karena doa merupakan sebuah munajat dan permohonan, maka seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan disyari`atkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Analoginya adalah ketika seorang bawahan hendak memohon sesuatu kepada pimpinannya, maka sudah barang tentu orang itu datang dengan sopan, berkata dengan santun, dan menjaga setiap gerak-gerik tindakannya agar tidak mengganggu dan menyakiti pimpinannya itu. Begitupun seorang hamba, ketika memanjatkan doa kepada Allah swt, maka dia harus berdoa dengan cara yang baik dan dicontohkan oleh Rasulullah saw sehingga akan membuka tabir penutup antara dia dan Rabbnya dan doapun dikabulkannya. Namun saat sekarang ini tidak sedikit orang yang masih “salah kaprah” dalam berdoa, entah enggan untuk mencari ilmunya atau memang tidak mau menerima hal yang baik dan benar secara syar`i. Berikut ini akan disampaikan kekeliruan-kekeliruan dalam berdoa, dengan harapan kita semua bisa menjaga adab dan etika berdoa serta berdoa sesuai dengan tuntunan Allah swt dan Rasul-Nya. 
Share:

Mengapa Harus Salafi ?

Mengapa Harus Salafi ?

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


Pertanyaan:
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah ditanya :

"Mengapa perlu menamakan diri dengan Salafiyah, apakah itu termasuk dakwah Hizbiyyah, golongan, madzhab atau kelompok baru dalam Islam ..?"
Share:

Percakapan "Objek Wisata Alam"



الْحِوَارُ
فِى كبُوْن رَايَا

عُمَر: مَنْ أَقَامَ هٰذِهِ الْحَدِيْقَةَ الْعَالَمِيَّةَ؟
يَحْيَى: أَقَامَهَا الْهُوْلَنْدِيُّوْنَ فِى آخِرِ الْقَرْنِ الْتَّاسِعِ عَشَرَ الْمِيْلاَدِيّ.
عُمَر: اُنْطُرْ إِلَى هٰذِهِ الْأَشْجَارِ الضَّخْمَةِ !
يَحْيَى: اِرْفَعْ رَأْسَكَ لِتَرَى شَيْئًا عَجِيْبًا !
عُمَر: اُنْطُرْ إِلىَ قُبَبٍ ضَخْمَةٍ مِنَ الْغُصُوْنِ وَ الأَوْرَاقِ !
Share:

Latest Posts

Back to Top

Recent Posts

default
Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Cari Blog Ini


CAHAYA ISLAM

Join & Follow Me

Recommend us on Google!

Postingan Populer

Sepakbola GP